Ada kesalahan di dalam gadget ini

Rabu, 29 Desember 2010

PEMILIHAN PEJANTAN

PEMILIHAN PEJANTAN


Ternak jantan yang akan dijadikan pejantan harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut :


a. Umur


Umur ternak yang akan dijadikan sumber semen harus berumur sekurang
kurangnya 1,5 tahun, karena pada umumnya ternak jantan pada tingkat umur
tersebut sudah melewati masa dewasa kelamin (pubertas) dan secara
seksual mereka sudah mampu menhasilkan sperma yang mampu membuagi
sel telur. Umur ternak jantan pada beberapa jenis ternak yang cukup untuk
dijadikan pejantan dapat dilihat pada tabel berikut ini.


Tabel 1. Umur beberapa jenis ternak jantan yang baik untuk dijadikan
pejantan

1 Sapi umur 21 - 24 bulan
2 Domba / Kambing  umur12 - 15 bulan
3 Kerbau umur 24 - 30 bulan
4 Kelinci  umur 9
5 K u d a 21 - 24 bulan
6 Ayam  umur 8 - 10 bulan

Umur ternak jantan tersebut dapat diketahui berdasarkan catatan
kelahirannya. Apabila tidak ada catatan kelahiran dapat diduga berdasarkan
penampilan geligi-nya. Cara penentuan umur berdasarkan penampilan geligi
dapat dipelajari pada bidang ilmu tilik ternak.


b. Silsilah Keturunan


Silsilah keluarga atau silsilah keturunan ternak jantan yang akan dijadikan
sumber semen diusahakan dapat ditelusuri. Ternak tersebut akan lebih baik
kalau merupakan keturunan dari induk dan jantan yang unggul sehingga ia
memiliki potensi genetik yang unggul pula.



c. Kondisi Badan


Ternak jantan yang akan dijadikan bibit harus memiliki kondisi badan yang
normal, tidak memiliki cacat tubuh (terutama bagian kaki) - baik cacat
bawaan atau cacat setelah lahir. Ukuran-ukuran tubuhnya (bobot badan,
tinggi badan, panjang badan) harus di atas rata-rata ternak jantan yang lain
dan proporsional dalam arti hubungan antara tinggi dan bobot badan harus
seimbang.
Ternak tersebut tidak boleh mengidap penyakit, terutama penyakit reproduksi
menular. Ternak yang sehat ditunjukkan oleh sorot mata yang jernih, posisi
daun telinga normal, gerak-geriknya lincah tetapi bersahabat dan memiliki
respon/ refleks yang baik ketika disentuh, bulu-bulunya tersusun rapi dan
terlihat mengkilap.


d. Nafsu Seksual


Nafsu seksual atau libido merupakan parameter penting dalam pemilihan
calon pejantan dan libido tersebut memiliki kaitan yang erat dengan produksi
semen dan kesuburan. Selain itu, nafsu seksual akan berpengaruh terhadap
kemudahan kerja pada saat dilakukan penampungan semen. Waktu yang
diperlukan untuk penampungan semen juga dapat dipersingkat.
Ternak jantan harus memiliki nafsu seksual yang bagus, dalam arti ketika
ber-hadapan dengan ternak betina ia harus menunjukan nafsu yang
menggebu. Nafsu seksual juga ditunjukkan oleh kemampuan pejantan untuk
melakukan per-kawinan berulang-ulang dalam kurun waktu tertentu. Cara
paling mudah untuk menguji nafsu seksual adalah mengukur waktu
reaksinya dengan jalan membiar-kan ternak tersebut mengawini ternak
betina lain setelah dikawinkan. Semakin pendek waktu antara dua
perkawinan yang berturut-turut, semakin baik nafsu seksual si jantan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar